Kita ialah pemetik luka
Melamun menikmati hujan
Pada temanggu remang cahaya yang berhiruk-pikuk
Dihadapkan dengan jutaan tetes kesedihan, hujan
Lihatlah basahnya menyeluruh
Menyirami tandus-tandus tanah yang terbiasa kepanasan
Lihatlah kilat petir menyambar bersamaan
Membelah langit malam dengan ledakan yang menghujamkan
Aku, mengenang kenanganku
Kamu, mengenang kenanganmu
Kita, dua hal yang tak berpikiran untuk saling membuat kenangan baru
Selagi tuhan memperkenankan, biar aku jajaki hatimu yang lama terhempaskan
Hujan tak akan sesedih ini
Jika saja kita lebih mengerti perihal saling memahami
Pun semua adalah hal yang tak mungkin
Pada akhirnya, kita hanyalah dua penikmat hujan, yang berantakan.~