Hujan

Di depan pintu rumah
Hujan menghempas, ke sana, ke mari
Aku menatapnya dengan mata yang megah
Barangkali ada tetes yang mewakilkan suasana isi hati ini

Rerintik menemaniku belajar
Untuk kesekian kali, belajar mengeja namamu
Dengan penuh sabar
Tanpa ada asa untuk menyerah mengagumimu

Kasih, jika hari tak lagi fajar
Biarkanlah segal berganti gelap
Akan aku temani cahayamu yang rumpang di sudut kamar
Dan biarkan aku berbagi cerita, tentang hati yang kini hinggap, di pikiranku. ~

Tinggalkan komentar