Pada jingga senja yang perlahan tenggelam
Senyumanmu, ialah hal yang masih aku pikirkan
Sebagai getaran yang entah namun meluruh di selungkup jiwa
Tatkala malam bersiap menelanjangi segala aksara kerinduan
Pahamilah, aku serupa jemari yang mendoakanmu dengan tabah
Bibir yang tak kenal lelah, untuk menguxap namamu, di dalam sela doa
Kekasih, jika malam ini aku terjaga dan tak terbangun esok pagi
Aku ingin kau mengenangku, sesering kau bisa: sebagai orang yang pernah kau miliki, dan begitu kau sayangi. ~
Cinta di langit jingga